Tuesday, May 9, 2017

Jingga by Alanda Kariza


Kenapa saya menyukai warna jingga? Warna yang relatif tidak lazim disukai anak laki-laki. Tapi, sejak kecil saya suka warna jingga dan kukuh menyebutnya dengan kata “jingga”. Bukan orange, apalagi oranye. Menurut saya kata ‘jingga’ adalah sebuah  kata yang indah, seindah dan secerah warnanya.

“HAH?” Langge terdengar kaget setengah mati mendengar nama anak perempuan itu. Wow, gumam Langge dalam hatinya. Lucu sekali! Ia jadi tertarik untuk mengetahui tentang Jingga lebih lanjut.

Jingga datang hari Minggu kemarin ke panti asuhan. Menurut Jingga, ia kabur dari rumah, dari keluarganya, karena ia seringkali dipukuli ayahnya. Ibunya sudah pergi, entah ada di mana. Dulu katanya kerja di luar negeri, tetapi tidak kunjung pulang. Ayah Jingga adalah preman yang galak, pemabuk dan tukang judi.

Karena Jingga tidak tahan, pada Jumat subuh Jingga lari. Lari tanpa arah yang jelas, hanya ke mana kakinya melangkah dengan cepat. Tidur di manapun ia bisa, sampai ia berhenti dan menemukan sebuah panti asuhan, di mana ia melihat anak-anak kecil bermain dan bernyanyi bersama di halaman. Jingga masuk ke sana.


Download JINGGA

Download JINGGA