Saturday, May 6, 2017

Panorama Jiwa & Pesona Dua Rembulan by Sutanto Ari Wibowo


Kuacuhi panorama malam yang mencekam itu segera, karena lagi-lagi mendengar isak tangis ibuku yang menderu hatiku ke arah dergama.

“Mama, mama… Mama nangis lagi ya?” celoteh adikku satu-satunya yang sangat kusayangi, menghambur ke dalam pangkuan ibuku.

“Tidak sayang, Mama tidak menangis. Air mata ini adalah air mata bahagia…” Sepasang mata merah yang basah itu menatap malaikat kecil terbengong-bengong dalam rengkuhannya.

“Bahagia?” tanya adikku polos.

“Iya, sayang. Karena kamu sangat sayang kepada Mama..” Satu ciuman kasih sayang menyentuh di keningnya.


Download Panorama Jiwa Pesona 2 Rembulan

Download Panorama Jiwa Pesona 2 Rembulan